Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Nusantara adalah sekolah Islam terpadu yang direncanakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Proyek senilai sekitar Rp200 miliar ini dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk. bersama Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, dan akan menjadi sekolah Al Azhar kelima yang dibangun Summarecon setelah Bekasi, Serpong, Bandung dan Makassar.
Lokasi
Sekolah ini menempati lahan seluas 2,9 hektare di Sub Zona Sarana Pelayanan Umum (SPU) 1, Sub-WP 1B, di dalam Wilayah Perencanaan 1 KIPP. Lahannya berada di sudut jalan dan berbatasan dengan lembah, sehingga desainnya memanfaatkan pemandangan ke arah lembah tersebut. Summarecon membeli tanah matang ini langsung dari Otorita IKN, dan seluruh proses legalitas lahannya sudah diselesaikan.
Konsep Desain
Render yang dibagikan studio arsitektur studio.mmar pada Oktober 2026 memberi gambaran lebih rinci tentang desain sekolah ini. Menurut penjelasan studio tersebut, rancangannya sejalan dengan visi IKN sebagai kota hutan, kota spons dan kota cerdas, dan memadukan unsur alam, budaya dan manusia untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan tanggap terhadap lingkungan.
Masjid dan Aula sebagai Penanda
Di sudut jalan berdiri sebuah masjid berbentuk melingkar dan aula serbaguna berkapasitas 700 kursi, yang menjadi penanda utama kompleks. Lantai bawah masjid dirancang sebagai ruang publik yang mudah diakses melalui plaza, tangga dan ramp yang ramah pejalan kaki. Area sekolah berada di belakangnya, sehingga masjid tetap terbuka untuk masyarakat tanpa mengurangi keamanan fasilitas pendidikan.
Rumah Panggung yang Mengikuti Kontur
Untuk mempertahankan topografi alami, gedung SD, SMP dan SMA mengusung konsep rumah panggung. Ruang kelas ditempatkan mulai lantai dua ke atas, sementara lantai bawah digunakan untuk laboratorium dan fasilitas penunjang. Lalu lintas kendaraan sengaja dibatasi dan dipusatkan di satu area agar kawasan sekolah mengutamakan pejalan kaki.
Iklim, Lanskap dan Fasad
Bangunan mengandalkan pendinginan pasif. Atap pelana bergaya safari dan tanaman rambat di sekeliling bangunan membantu ventilasi silang, sehingga angin dari lembah dapat mendinginkan kompleks secara alami. Lanskapnya didominasi pohon asli, elemen air dan batu alam, dengan pohon besar sebagai penanda pintu masuk setiap jenjang. Fasadnya menampilkan garis horizontal bertekstur dan siluet kubah yang halus, yang menciptakan permainan cahaya dan bayangan. Panel kaca dibuat menjorok ke dalam untuk mengurangi silau dari arah jalan.
Jenjang dan Fasilitas
Sekolah ini akan menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA. Selain ruang kelas, kompleks ini akan dilengkapi laboratorium, aula serbaguna, fasilitas olahraga dan masjid yang juga terbuka untuk masyarakat umum. Operasional sekolah nantinya dikelola melalui kerja sama Yayasan Al Azhar dengan Yayasan Syiar Bangsa, yayasan yang menaungi karyawan muslim Summarecon.
Status Pembangunan
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Juni 2024. Saat itu, tahap pertama ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026 agar kegiatan belajar mengajar bisa dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Target tersebut tidak tercapai karena pembangunan fisik belum dimulai.
Pada Mei 2025, Summarecon menyatakan masih menunggu penyelesaian infrastruktur dan akses jalan yang dikerjakan Otorita IKN. Per Juni 2026, pembelian lahan sudah tuntas, tetapi tanggal dimulainya konstruksi gedung masih disinkronkan dengan jadwal Otorita IKN dan bergantung pada kesiapan infrastruktur di sekitarnya. Hingga kini belum ada tanggal mulai konstruksi maupun target pembukaan sekolah yang baru.

Sedang di IKN? Jelajahi Nusantara dengan AR
BaruArahkan kamera ponsel Anda dan temukan lokasi-lokasi di sekitar Anda secara langsung, lengkap dengan jarak dan arah.









