PETA NUSANTARA

Kantor Bank Indonesia

Sub-Wilayah Perencanaan
1A
Tata guna
Pemerintahan Nasional
Status
Selesai
Mulai dibangun
2023
Selesai
2024
Luas
6.985 ha
Tahap
Lokasi ini telah selesai, namun Tahap 2 saat ini berstatus Sedang dibangun.
Tahap 12023 – 2024
Selesai
Tahap 22024 – 2027
Sedang dibangun
Tahap 32027 – 2031
Perencanaan
Gambar yang menunjukkan lokasi Kantor Bank Indonesia di Nusantara
youtube.com/@Robie_Mrg

Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (dikenal secara informal dengan sebutan Koperbi) adalah kompleks gedung yang menjadi kedudukan kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kompleks ini terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tepat di sisi timur persimpangan Sumbu Kebangsaan, berseberangan dengan salah satu gedung Kementerian Koordinator dan tidak jauh dari Istana Negara (Istana Garuda).

Pembangunan gedung ini merupakan bagian dari amanat pemindahan kedudukan lembaga negara ke IKN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2022 tentang Rincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara. Kehadiran BI di IKN juga merujuk pada mandat Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Sejarah Pembangunan

Peletakan batu pertama (groundbreaking) kompleks ini dilaksanakan pada 2 November 2023 oleh Presiden Joko Widodo, didampingi Gubernur BI Perry Warjiyo. Turut hadir Kepala Otorita IKN saat itu, Bambang Susantono, yang menyebut kehadiran gedung ini melengkapi ekosistem sistem pembayaran di kawasan ibu kota baru. Pembiayaan pembangunannya mengikuti skema umum IKN, yakni sekitar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk infrastruktur dasar, sedangkan sisanya ditawarkan kepada sektor swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Pada Maret 2024, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa secara legal-formal kedudukan kantor pusat BI berpindah ke IKN mulai 17 Agustus 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Ia menegaskan bahwa kegiatan operasional bank sentral — termasuk kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan pengelolaan cadangan devisa — untuk sementara tetap berpusat di Jakarta, karena sebagian besar infrastruktur sektor keuangan nasional masih berada di kota tersebut.

Desain dan Arsitektur

Desain kompleks ini mengusung konsep "Garuda Vittaraksha Rupa". Dalam bahasa Sanskerta, vitta berarti kekayaan atau kesejahteraan, sedangkan raksha berarti penjaga; tema ini dipilih untuk merepresentasikan peran BI sebagai penjaga stabilitas ekonomi makro bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Fasad gedung utama dirancang menyerupai kepala burung Garuda, dengan dominasi warna putih dan aksen kaca biru, dipadukan warna cokelat muda dan tua pada bagian bangunan lainnya.

Selain unsur simbolik, desain gedung mengadopsi prinsip smart and green building serta memadukan nilai-nilai kearifan lokal, selaras dengan konsep IKN sebagai kota hutan pintar (smart forest city).

Tahapan Pembangunan

Pembangunan fisik kompleks direncanakan berlangsung dalam tiga tahap yang diselaraskan dengan kesiapan infrastruktur kawasan sekitarnya:

2023 – 2024

Pembangunan gedung utama dan infrastruktur pendukung dasar

2024 – 2027

Pengembangan fasilitas tambahan dan penyempurnaan infrastruktur kawasan

2027 – 2031

Penyelesaian keseluruhan kompleks serta operasional penuh

Berdasarkan pemantauan lapangan pada Mei 2025, bangunan utama berlantai lima yang menjadi ciri khas Koperbi tercatat telah rampung dari sisi konstruksi utama, meski penataan taman di sekelilingnya serta bagian sayap dan "ekor" pelengkap representasi Garuda masih dalam proses penyelesaian. Penyelesaian menyeluruh kompleks — termasuk seluruh fasilitas penunjang — tetap mengacu pada jadwal Tahap II dan III hingga 2031.

Luas Lahan dan Fasilitas

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 167 tanggal 15 September 2023, BI memperoleh alokasi lahan seluas 7,03 hektare untuk kompleks perkantorannya di IKN; sejumlah sumber lain menyebut luas kawasan sekitar 7,3 hektare. Kompleks ini mencakup gedung utama berlantai lima yang dilengkapi ruang rapat, auditorium, pusat data, serta infrastruktur mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), ditambah fasilitas pengolahan sampah dan limbah untuk mendukung prinsip keberlanjutan.

Konteks dalam Ekosistem Keuangan IKN

Kompleks BI berada dalam kawasan yang secara informal disebut sebagai klaster industri keuangan atau Mini Financial Center di KIPP IKN, berdampingan dengan gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan gedung Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang diberi nama Arthadyaksa. Sejumlah bank milik negara — BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan Bankaltimtara — serta bank swasta BCA juga tengah membangun kantor layanan di kawasan tersebut, dengan target mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal pertama 2026.

Secara lebih luas, pembangunan IKN masih berlangsung menuju target menjadi ibu kota politik Indonesia pada 2028. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberlanjutan proyek ini melalui Peraturan Presiden No. 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.

Galeri

youtube.com/@bungalex7869
youtube.com/@DIAN-RANA
youtube.com/@DIAN-RANA

Koleksi video

Tur Bank Indonesia

Dalam video ini, Bung Alex mengajak kita masuk ke dalam gedung Bank Indonesia di IKN.

Lokasi