Vihara Besar

Luas
2,007 ha
Gambar yang menunjukkan lokasi Vihara Besar di Nusantara

Kompleks Kawasan Rumah Ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan inisiatif pembangunan fasilitas peribadatan untuk enam agama resmi di Indonesia: Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kompleks ini dirancang sebagai bagian integral dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tujuannya adalah menyediakan ruang ibadah yang representatif dan inklusif bagi masyarakat multireligius di IKN.

Lokasi dan Luas Lahan

Total luas lahan yang dialokasikan untuk kompleks rumah ibadah ini adalah sekitar 6,95 hektare. Rinciannya sebagai berikut:

  • Masjid Negara: 1,46
  • Basilika Katolik: 1,46 hektare
  • Gereja Induk Protestan: 1,32
  • Pura Besar: 1,36 hektare
  • Vihara Besar: 1,36 hektare
  • Kelenteng Besar: 1,42 hektare

Setiap tempat ibadah dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan umat dan karakteristik arsitektur masing-masing agama.

Status Pembangunan

Masjid Negara

Pembangunan Masjid Negara di IKN telah dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Januari 2024. Masjid ini dirancang sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Islam di IKN.

Basilika Katolik

Gereja Santo Fransiskus Xaverius dilaporkan sekitar 99 persen per Oktober 2026 dan belum diresmikan. Rumah ibadah lainnya di kawasan ini belum memiliki jadwal konstruksi yang terkonfirmasi.

Gereja Induk Protestan

Pembangunan Gereja Induk Protestan di IKN masih dalam tahap perencanaan dan desain. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pembangunan dan arsitek yang terlibat.

Pura Besar

Vihara Besar

Kompleks Mahavihara Bhumi Dhamma Nusantara dibangun oleh Yayasan Nusantara Sangha Theravada Indonesia. Peletakan batu pertama dilakukan pada November 2024.

Kelenteng Besar

Pembangunan Kelenteng Besar di IKN masih dalam tahap perencanaan. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pembangunan dan arsitek yang terlibat.

Konsep Desain

Kompleks rumah ibadah di IKN dirancang dengan konsep "Cahaya Batang Haring Nusantara" yang mengusung nilai-nilai toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. Setiap tempat ibadah akan memiliki desain arsitektur yang mencerminkan identitas dan budaya masing-masing agama, serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti taman, plaza, dan ruang serbaguna.

Penutup

Pembangunan Kompleks Kawasan Rumah Ibadah di IKN merupakan langkah penting dalam mewujudkan kota yang inklusif dan menghormati keberagaman. Dengan menyediakan fasilitas ibadah yang representatif bagi enam agama resmi di Indonesia, IKN diharapkan menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

Gambar fitur pencari lokasi AR

Sedang di IKN? Jelajahi Nusantara dengan AR

Baru

Arahkan kamera ponsel Anda dan temukan lokasi-lokasi di sekitar Anda secara langsung, lengkap dengan jarak dan arah.

Coba fitur AR

Lokasi

Buka peta