















Dari mimpi seorang presiden pada era 1950-an hingga sebuah ibu kota yang kini berdiri di tengah hutan Kalimantan: inilah kisah lahirnya Nusantara.
Presiden Sukarno memulai pembangunan Palangkaraya di pedalaman Kalimantan Tengah, dengan visi menjadikannya ibu kota baru di titik geografis tengah nusantara. Rencana ini terhenti, dan Jakarta tetap menjadi pusat pemerintahan.
Presiden Soeharto sempat mewacanakan pemindahan ibu kota ke Jonggol, Jawa Barat. Sama seperti mimpi Sukarno di Kalimantan sebelumnya, rencana ini tidak pernah terwujud.
Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ibu kota baru Indonesia akan dibangun di Kalimantan Timur, meliputi wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, untuk mengurangi beban Jakarta yang padat dan terus tenggelam.
Arsitek Sofian Sibarani bersama studionya, URBAN+, memenangkan sayembara desain ibu kota negara, mengungguli 755 peserta lain lewat konsep Nagara Rimba Nusa yang dibangun di atas alam, air, dan transportasi publik.
Ibu kota baru ini resmi diberi nama Nusantara, istilah lama untuk kepulauan Indonesia itu sendiri.
DPR RI mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara, dan Presiden Widodo menandatanganinya pada 15 Februari 2022, sekaligus membentuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memimpin pembangunan ibu kota baru.
Upacara peletakan batu pertama di lokasi calon ibu kota menandai dimulainya pembangunan secara resmi.
Presiden Widodo melantik Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala pertama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), sehari setelah peletakan batu pertama, untuk memimpin pembangunan ibu kota baru.
Proyek-proyek swasta pertama (hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan) mulai dibangun, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp40 triliun.
Presiden Widodo memasang bilah tembaga pertama dari total 4.650 bilah pada Sayap Garuda, kantor presiden berbentuk burung Garuda rancangan seniman Nyoman Nuarta.
Pembangunan kompleks Istana Kepresidenan (Istana Garuda, Istana Negara, dan area sekitarnya) selesai tepat waktu, siap untuk upacara pertamanya.
Untuk pertama kalinya, Indonesia memperingati HUT Kemerdekaan di ibu kota barunya. Presiden Widodo memimpin upacara pengibaran bendera HUT ke-79 di Istana Negara Nusantara, didampingi presiden terpilih Prabowo Subianto.
Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe mengundurkan diri dari Otorita. Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai Kepala OIKN yang baru.
Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dipindahkan ke Nusantara secara bertahap, menempati hunian baru seiring kementerian dan lembaga mulai beroperasi di ibu kota baru.
Kawasan legislatif dan yudikatif Nusantara ditargetkan rampung, mempersiapkan ibu kota baru untuk secara resmi mengambil alih sebagai pusat pemerintahan Indonesia.
Kisah ini masih terus ditulis. Lihat sejauh mana pembangunan telah berlangsung hingga saat ini.