Apa Itu Nusantara?
Visi di balik ibu kota baru Indonesia: kota hutan, kota spons, dan kota cerdas, dibangun dari nol di Kalimantan.
Apa Itu Nusantara?
Pada 2024, Indonesia memulai proses pemindahan ibu kota negaranya dari Jakarta, kota metropolitan yang padat dan mulai tenggelam di Pulau Jawa, ke kota baru yang dibangun dari nol di Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur. Namanya adalah Nusantara, kata Jawa kuno untuk kepulauan Indonesia secara keseluruhan, dan ambisinya tergolong sangat spesifik untuk sebuah kota yang, hingga tulisan ini dibuat, sebagian besar masih dalam tahap pembangunan.
Tagline Nusantara sendiri merangkum gagasan ini dalam satu kalimat: kota dalam hutan, dengan hutan dalam kota. Hampir dua pertiga wilayahnya dialokasikan sebagai hutan lindung dan kawasan konservasi laut, bukan sebagai tambahan belakangan, melainkan sebagai prinsip utama yang menjadi dasar pembangunan seluruh kota.
Secara resmi, Nusantara dirancang berdasarkan tiga gagasan sekaligus, yang semuanya merujuk pada Peraturan Presiden 2022 tentang rencana induk kota ini:
Kota Hutan
Sekitar 65% dari total luas wilayah Nusantara, sekitar 199.000 hingga 200.000 hektare, ditetapkan sebagai hutan alam lindung dan kawasan konservasi laut, yang terhubung melalui koridor satwa liar di darat maupun air. Sisa lahan, sedikit di atas 56.000 hektare, adalah tempat kota itu sendiri dibangun.
Kota Spons
Kota pada umumnya menutup siklus air alami dengan beton: air hujan mengalir di atas permukaan beton, bukan meresap ke dalam tanah. Nusantara dirancang untuk melakukan hal sebaliknya: menahan air hujan di tempatnya, membangun dengan permukaan berpori dan atap hijau, serta menjaga fungsi alami hutan sebagai penyangga banjir dan kekeringan tetap utuh seiring kota tumbuh di sekitarnya.
Mengapa harus membangun ibu kota baru?
Jakarta terus tenggelam (di beberapa bagian bahkan hingga 25 sentimeter per tahun), sekaligus menjadi salah satu kota besar paling padat dan rawan banjir di dunia. Pemindahan ibu kota adalah upaya Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas, bukan sekadar menambalnya terus-menerus, sekaligus mengalihkan pemerataan pembangunan dari Pulau Jawa, tempat penduduk dan perekonomian negara telah lama terpusat.
Nusantara juga dimaksudkan sebagai simbol: pemerintah Indonesia menyatakan ingin menjadi salah satu dari tujuh ekonomi terbesar dunia pada 2045, tepat pada peringatan 100 tahun kemerdekaan, dan ibu kota baru ini diposisikan sekaligus sebagai pendorong dan monumen bagi ambisi tersebut.
Versi singkat dari kisah yang lebih panjang
Kisah lengkap Nusantara (termasuk sayembara desain yang memilih tata letaknya, serta berbagai usulan pemindahan ibu kota Indonesia selama beberapa dekade sebelum akhirnya benar-benar terwujud) diceritakan secara utuh di halaman Sejarah kami. Versi singkat yang relevan di sini: dasar hukum dan kelembagaan yang berlaku saat ini bermula pada 2022, ketika Indonesia mengesahkan undang-undang yang menetapkan Nusantara sebagai ibu kota baru dan membentuk Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) untuk membangun dan mengelolanya, dengan rencana pembangunan lima tahap yang berlangsung hingga 2045.





